لا أله الا الله محمد رسول الله

:: Madah PujanGGa ::

Wednesday, May 18, 2011

Ghazwul Fikri Sedang Melanda Umat


video

Ustaz Najwan sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap
murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di
tangan
kanannya ada pemadam. Ustaz Najwan pun berkata, "Saya
ada satu
permainan...

Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di
tangan kanan ada pemadam. Jika saya angkat
kapur ini,
maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat
pemadam
ini, maka katalah "Pemadam!"
Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Ustaz
berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri
tangannya, semakin lama semakin cepat.
Beberapa saat
kemudian Ustaz Najwan kembali berkata, "Baik sekarang
perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka sebutlah
"Pemadam!", jika saya angkat pemadam, maka
katakanlah
"Kapur!". Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja
murid-murid tadi keliru dan kekok, dan sangat sukar
untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka
sudah
biasa dan tidak lagi kekok. Selang beberapa saat,
permainan berhenti.

Sang murabbi tersebut tersenyum kepada murid-muridnya.
"Murid-murid, begitulah kita umat Islam. Mulanya
yang
haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas
membezakannya. Namun kemudian, musuh-
musuh kita
memaksakan kepada kita dengan perbagai cara,
untuk
menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil,
dan
sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar
bagi kita
menerima hal tersebut, tapi kerana terus
disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh
mereka,
akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan
hal
itu.

Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-
musuh
kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar
nilai
dan ketika.
"Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi
sesuatu
yang pelik, Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian
seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu,
sex
sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend,
hiburan yang asyik dan panjang sehingga
melupakan yang
wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu
gaya hidup dan lain lain." "Semuanya sudah
terbalik.

Dan tanpa disedari, anda sedikit demi sedikit
menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan
kemaksiatan. Paham?" tanya Ustaz kepada murid-
muridnya.
"Paham Ustaz..."

"Baik permainan kedua..." begitu Ustaz Najwan melanjutkan.
"Ustaz ada Qur'an, ustaz akan letakkannya di
tengah
karpet. Sekarang anda berdiri diluar karpet.
Permainannya adalah , bagaimana caranya
mengambil
Qur'an yang ada ditengah tanpa memijak karpet?"

Murid-muridnya berpikir . Ada yang mencuba
alternatif
dengan tongkat,dan lain-lain.
Akhirnya si ustaz memberikan jalan keluar,
digulungnya
karpet, dan ia ambil Qur'an. Ia memenuhi syarat,
tidak
memijak karpet. "Murid-murid, begitulah ummat
Islam
dan musuh-musuhnya... Musuh-musuh Islam tidak
akan
memijak-mijak anda dengan terang-terang... Kerana
tentu
anda akan menolaknya mentah mentah. Orang
biasapun tak
akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka.

Tapi,
mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari
pinggir, sehingga anda tidak sadar.

"Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat,
maka
dibina tapak yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin
kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.
Sebaliknya,
jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau
dimulai
dgn tapaknya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding
akan dikeluarkan dulu,
kerusi dipindahkan dulu, Almari dibuang dulu satu
persatu, baru rumah dihancurkan..."

"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan
kita.

Ia
tidak akan menghentam terang-terangan, tapi ia
akan
perlahan-lahan meletihkan anda. Mulai dari perangai
anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga
meskipun anda muslim, tapi anda telah
meninggalkan
ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka...

Dan.....

itulah yang mereka inginkan." "Ini semua adalah
fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan
inilah
yang dijalankan oleh musuh musuh kita...

4 comments:

LiSa KhAiRuL said...

semoga kita terplihara darinya....insyaAllah..

Insan Kerdil Dcc Allah said...

juga mohon supaya kita sentiasa di berikan kekuatan oleh Allah untuk berdepan dengan ummah pada hari ini..

mohon juga pada Allah memperteguhkan kita pada jalanNYA..
"يا مقلب القلوب..ثبت قلوبنا على دينك وعلى طاعتك..اللهم امين..."

mawarberduri said...

subhanallah penulisan y sgt mbuat ht ni tkesan. syukran shbt

نور الجنّة said...
This comment has been removed by the author.
Related Posts with Thumbnails